Cara Atasi Kepanikan Saat Gempa, Nomor 5 Yang Paling Mengena

JM
Rabu, 21 April 2021, 21:35 WIB Last Updated 2021-05-31T15:53:46Z

Kolase foto | Ilustrasi kepanikan

Kabar Center - Samosir

Belakangan, Samosir kerap digoyang gempa. Bahkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah 1 Medan mencatat 60 kejadian di daerah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sejak Januari hingga 19 April 2021.

Meski kekuatan gempa relatif kecil bahkan terkadang tak dirasakan warga, namun perlu diketahui kepanikan akan gempa kerap kita rasakan.

Mendengar kabar gempa saja kita bisa merasa kecut bahkan merasa cemas atau khawatir, apalagi ketika merasakan getaran gempa yang terjadi. Ketika dihadapkan dengan situasi tersebut [gempa], maka adalah hal lumrah kepanikan terjadi.

Perlu diketahui, cemas dan panik adalah respons alami yang terjadi pada tubuh, dalam hal ini pikiran ketika menghadapi situasi mencekam. Tubuh secara otomatis bersiap menghadapi situasi yang terjadi. Namun, respon yang ditimbulkan bisa saja menjadi berlebihan sehingga akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh.

Rasa panik bahkan menjadi cemas yang berlebihan dapat memecah konsentrasi, sehingga pada akhirnya kita sendiri bisa kebingungan dan tak bisa berpikir jernih.

Seseorang yang mengalami serangan panik biasanya mengalami sesak napas, nyeri di dada, dan wajah kemerahan. Pada kasus terburuk, penderita juga bisa mengalami hilang kendali sampai tak sadarkan diri.

Orang yang mengalami serangan panik wajib tahu beberapa cara untuk bisa mengontrolnya.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, beberapa hal yang perlu dilakukan dalam mengatasi kepanikan ketika gempa terjadi.

1. Mencari tempat aman
Ketika gempa terjadi, bisa jadi situasi panik terjadi. Respon pertama dari otak (pikiran) adalah mencari tempat yang aman. Meski demikian, tetaplah fokus mencari dengan pikiran yang jernih.

2. Mengatur Nafas
Agar pikiran tetap jernih, tetaplah bernafas dengan teratur dan tenang. Meski sulit, namun ini adalah salah satu cara mensuplai oksigen ke otak agar tetap stabil. Apabila tak dapat mengatur nafas dengan baik saat panik, maka yang terjadi adalah tubuh tak sadarkan diri bahkan menjadi kejang.

3. Minta Bantuan atau Rekan Berinteraksi
Jangan malu mencari teman atau rekan berinteraksi untuk mengatasi situasi kepanikan. Teman dapat dijadikan sebagai tempat mencari solusi bersama. Sehingga dengan demikian, rasa panik akan berkurang. 

4. Minum Air Putih
Minumlah air putih minimal segelas. Dengan demikian, pikiran akan sedikit tenang. Air putih akan membantu tubuh mensuplai oksigen ke otak, sehingga memberikan rasa tenang.

5. Berdoa kepada Tuhan Maha Kuasa
Inilah yang paling penting. Ketenangan dan penguasaan diri dapat terjadi secara sempurna ketika kita berdoa dengan tulus. Kepanikan akan situasi genting biasanya akan menjadikan seseorang dengan pasrah (tulus) berdoa kepada Sang Pencipta. Kepasrahan dalam doa tersebut akan menenangkan pikiran, bahkan mampu menyelamatkan. Percayakan semuanya kepada Sang Pencipta, niscaya kita akan diselamatkan. 

Komentar

Tampilkan

Terkini

PERISTIWA

SOSIAL

+