DPRD Samosir Dorong Usaha Ternak Kambing

Pio
Kamis, 10 September 2020, 13:14 WIB Last Updated 2020-10-02T09:44:22Z

Kabar Center - Samosir

Komisi II DPRD Kabupaten Samosir mendorong budidaya dan pembibitan ternak kambing sebagai salah satu upaya untuk memfasilitasi, melayani dan mendorong berkembangnya usaha-usaha peternakan.

Dengan demikian memiliki nilai tambah, daya saing dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternakan di Kabupaten Samosir.

“Selain pertanian, sektor peternakan perlu digenjot karena bisa menjadi pendapatan asli daerah. Kami pimpinan DPRD bersama Komisi II mendorong penuh setiap upaya budi daya dan pembibitan ternak."

Hal itu dikemukakan Ketua DPRD Samosir, Saut Martua Tamba ST saat memimpin rombongan Komisi II konsultasi ke Loka Penelitian Kambing Potong, Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian RI Di Sei Putih Galang Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, Kamis, 10 September 2020.

Dalam kesempatan itu dewan diterima Kepala Loka Penelitian Kambing Potong, Dr. Ir. Fera Mahmilia, M.P. bersama Kepala urusan tata usaha, Saddat Nasution, S.Pt, MP.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Nasip Simbolon menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya konsultasi ini dalam rangka pengembangan ternak khususnya untuk kambing potong yang dilakukan di unit loka ini.

"Kita ingin mengetahui informasi dan teknik terkait peternakan kambing potong yang nantinya bisa kita terapkan dan disampaikan ke masyarakat Samosir yang bergelut di bidang peternakan kambing," kata Nasip Simbolon.

Ditambahkan Anggota Komisi II DPRD Samosir, Russel Baringin Sihotang, mengingat permintaan atas daging kambing yang semakin meningkat, diharapkan pihak unit loka penelitian kambing potong ini dapat membagi pengalamannya agar nantinya disampaikan ke dinas terkait di Kabupaten Samosir.

Menanggapi hal itu Kepala Unit Loka menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengembangkan ras baru kambing potong yakni Kambing Boerka. Dimana kambing ini merupakan hasil persilangan antara Kambing Boer asal Afrika dengan kambing kacang (lokal).

"Selain memperkenalkan ras baru ke masyarakat, kita juga mengajari peternak cara melakukan peternakan kambing yang baik dan benar dari pembuatan kandang, pemberian pakan hijauan sampai proses perkawinan kambing," ungkap Dr. Ir. Fera Mahmilia, M.P.

Untuk pemberian pakan hijauan atau rumput direkomendasikan memakai rumput indigofera. Dimana rumput ini memiliki kandungan protein yang tinggi mencapai 27 %, rumput indigofera sangat disukai Kambing Boerka.

Untuk kebutuhan rumput sebanyak 1,5 Kg per ekor per hari. Sedangkan untuk bobot lahir Kambing Boerka memiliki ukuran yang besar yakni 2,6 -2,8 Kg/ekor, untuk umur setahun bobot Kambing Boerka mencapai 35 kg/ekor.

"Dan uniknya Kambing Boerka betina tidak boleh melakukan perkawinan sedarah karena hal itu akan membuat kambing tidak bagus atau berisiko," jelas Kepala Unit Loka.

Mendengar penjelasan tersebut pimpinan dan Komisi II DPRD Kabupaten Samosir menyampaikan terimakasih dan berharap Unit Loka Penelitian Kambing Potong dapat membagi kambing Boerka-nya kepada masyarakat Samosir. (*/kc7)
Komentar

Tampilkan

Terkini

KOLOM PENULIS